RSS Feed

Kamis, 07 April 2011

Andaikan Saya Punya Rp 6.7 Triliun !


Jumlah talangan dana (Bailout) yang dikucurkan pemerintah melalui Bank Indonesia untuk bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Jumlah yang sangat besar bagi ukuran kita rakyat kecil. Saya coba menanyakan pada seorang tukang becak di depan perumahan saya, kira-kira andai saja saya memiliki Rp 6, 7 Triliun maka sampai seberapa jauh abang becak tadi bisa mengantarkan saya, sambil dia mikir (dalam hatinya dia pikir saya kurang kerjaan atau agak kurang waras) lalu dia jawab dalam bahasa jawa "mbuh mas, aku ora ngerti, mumet ngitunge" (Tidak mengerti mas, susah hitungnya buat pusing aja).

Lalu saya mencoba menanyakan abang becak tadi kalo ke pasar terdekat yang kebetulan jaraknya dari perumahan tempat saya tinggal kurang lebih 1 kilometer berapa tarifnya, lalu abang becak pun menjawab Rp 8 ribu saja. Berbekal tarif abang becak tadi saya coba mengambil kalkulator untuk itung itungan seberapa jauh naik becak dengan Rp 6,7 triliun. Ternyata kalkulator saya tidak cukup digitnya, duh pake apa ya hitungnya? akhirnya saya nyalakan PC lalu saya hitunglah dengan menggunakan MS Exel, berarti Rp 6,7 triliun itu kalo dijabarkan menjadi Rp 6.700.000.000.000.- (atau 6 ribu tujuh ratus miliar) waduh pegang uang satu miliar saja belum pernah apalagi ribuan miliar.

Biar ringkas saya mencoba mengkonversikan juga uang sebanyak itu menjadi mata uang Dollar Amerika dapat berapa yah? saya coba hitung dengan asumsi 1usd= Rp 9.500.- maka akan ketemu jumlah USD 705.263.158 (Tujuh ratus lima juta dua ratus enam puluh tiga ribu seratus lima puluh delapan dollar Amerika) duh banyak sekali ya. Kembali ke tarif becak tadi akhirnya dengan uang Rp 6,7 Miliar tadi bisa naik becak sejauh 837.500.000 km , wow sampai mana ya? dan berapa lama? apa cukup usia abang becak untuk mengantarkan saya menghabiskan Rp 6,7 Miliar tadi? Dengan jarak Surabaya Jakarta 674 Km maka saya bisa naik becak pulang pergi Surabaya- Jakarta hingga 621.291 kali uedan, habis dah umur, bisa naik becak berapa turunan yah?

Lalu uang segitu bisa untuk apa lagi yah? iseng iseng ruanghati.com mencoba bersimulasi dengan jumlah uang segitu, kayaknya lagi kurang kerjaan nih .

Bila dibuat untuk menunaikan ibadah haji

Biaya ibadah haji terakhir (saya ambil dari embarkasi yang terjauh dari Arab Saudi yaitu Makassar) tahun 2009 ONH nya sebesar USD 3575 (Dalam Dollar Amerika) Sumber : Liputan 6, Maka uang Rp 6,7 Triliun yang bila dikonversikan ekuivalen dengan USD 705.263.158 maka dapat memberangkatkan sebanyak 197.276 orang jemaah haji. Padahal jumlah jemaah haji Indonesia tahun 2009 yang terdaftar sejumlah 207.000 orang jemaah (sumber Kantor Menkokesra) berarti angka diatas hampir mendekati (padahal asumsi yang dipakai embarkasi terjauh Makassar) dengan kata lain uang Rp 6,7 Triliun tersebut hampir bisa mengratiskan orang naik haji untuk kurun waktu 1 musim haji, (Mungkin namanya jadi Haji Century)

Bila dibuat membangun masjid

Uang Rp 6,7 Triliun bisa dibuat 6.234 buah masjid semegah ini

Karena penulis bukan panitia pembangunan masjid, penulis mencoba untuk mencari contoh sebuah masjid dibangun berapa biayanya, maka diambilah contoh berikut ini (Sumber): Pembangunan Masjid Ahli Sunnah Makassar yang berada di Kompleks Perumahan BTN Asal Mula Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 9 Kecamatan Tamalanrea Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar itu membutuhkan biaya Rp 1.074.764.000 (Satu Milyar Tujuh Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Empat Ribu Rupiah). Bila melihat gambarnya lumayan cukup megah. Lalu berapa Masjid yang dapat dibangun dengan dana Rp 6,7 Triliun tersebut? hitung hitung lagi ketemu 6.234 buah Masjid, Subhannalah jumlah yang sangat besar sekali (Padahal jumlah Kecamatan di Indonesia data BPS terakhir sekitar 5500 Kecamatan) dengan kata lain bila tiap Kecamatan didirikan 1 buah Masjid maka masih sisa banyak.


Bila Dibuat Membangun Rumah Sederhana (tipe 36)

Seperti kita ketahui berapa jumlah penduduk kita yang masih tinggal dirumah-rumah yang sangat tidak layak huni, di bawah kolong jalan tol, dibawah jembatan, di pinggiran rel kereta api, di emperan-emperan toko, di kotak-kotak kerdus di pinggir sungai. Mengambil satu sampel rumah tipe 36 disebuah perumahan di pinggiran kota Surabaya (sudah masuk wilayah Sidoarjo) BUMI GEDANGAN INDAH , saya ambil dari sebuah iklan di Internet (sumber). Dijual dengan harga Rp 95.000.000.- . Maka uang Rp 6,7 triliun tersebut bisa dibelikan rumah tipe sejenis sebanyak 70.526 Unit perumahan, luar biasa bisa setara dengan jumlah rumah di satu kota di luar Jawa. Apalagi bila dananya dibangunkan rumah susun murah atau rumah sangat sederhana, maka bisa berlipat jumlahnya.

Bila dibuat untuk membiayai operasi Katarak

Penderita katarak setiap tahunnya di Indonesia mengalami peningkatan hal tersebut karena setiap tahun selalu ada penderita baru yang jumlahnya tidak kecil yaitu 210.000 orang (Sumber) dan (Sumber). Sedangkan biaya operasi katarak masih relatif mahal terutama bagi kalangan rakyat miskin yang untuk hidup (makan) saja sudah kembang kempis. Data yang ruanghati.com kumpulkan biaya operasi berkisar mulai Rp 5 jutaan hingga mencapai Rp 15 jutaan tergantung tingkat keparahannya. (Kita ambil tengahnya saja misal Rp.10.000.000.- maka berapa orang penderita rabun katarak yang bisa dibiayai dengan uang talangan (Bailout Century), maka ketemulah jumlah 670.000 penderita katarak yang bakal bisa melihat dengan normal lagi indahnya warna warni kehidupan nyata ini.

Melanjutkan Pendidikan Sarjana S1 (Universitas Negeri) Yang saat ini Mahal Sekali

Berapa banyak sarjana gratis
Seperti kita ketahui saat ini tidak sembarang orang bisa mengeyam pendidikan tinggi sarjana walaupun calon mahasiswa tersebut memiliki otak yang encer dan cemerlang belum tentu bisa karena biaya yang sangat mahal musti mereka penuhi agar bisa bersekolah walaupun di sekolah atau Universitas negeri sekalipun. (Jadi ingat cerita Laskar Pelangi nih). Ruanghati.com ambil sampel untuk perhitungan di Universitas Indonesia (UI) mengambil acuan dari sumber dimana hal tersebut merupakan pengalaman langsung Contoh di sumber tersebut adalah masuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (UI) dengan uang pangkal Rp 33 Juta dan pertahun membutuhkan Rp 30 juta (Rp 15 juta per semester) maka uang Rp 6,7 triliun tersebut kira-kira bisa dibuat memberikan beasiswa pada anak berpotensi namun kurang mampu sebanyak 43.791 Sarjana Gratis (Asumsi sederhana = uang pangkal Rp 33 juta + (Rp 30 juta pertahun x 4 tahun) total Rp 153.000.000/ Mahasiswa)

Memang semua tidak sesederhana hitungan-hitungan pinggir jalan seperti ini, pengambil kebijaksanaan Bailout punya alasan kuat yang menurut mereka sangat logis, namun dengamunculnya pertanyaan yang beken saat ini, kemana saja uang Rp 6,7 Triliun tersebut mengalir? dimana beberapa pihak menuduh bahwa dana bailout itu jugadiduga dinikmati oleh berbagai kalangan seperti politisi maka rakyatpun menjadi bertanya-tanya apa benar? lalu uang segitu banyaknya dimana itu merupakan uang rakyat Indonesia yang sebenarnya diperuntukan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia kemana saja mengalirnya? Maka orang pinggiranpun mencoba berandai-andai. Semoga bangsa ini diselamatkan dari segala bencana dan keburukan.

0 komentar:

Poskan Komentar

mangacan update