RSS Feed

Selasa, 05 April 2011

Wajah Dan Tubuh Bayi Ini Menghijau !

Akibat menderita penyakit penyumbatan pada saluran empedu, anak ketiga dari pasangan Sofyan (34) dan Euis Supartini (38) yang baru saja berusia tiga bulan membuat mata, wajah, dan tubuh bayi laki-laki itu berubah menjadi hijau.

Menurut sang ibu, anaknya yang bernama Akbar Maulana Aziz itu lahir normal dengan berat badan 3 kg di RS Muhammadiyah, Bandung. Namun, baru saja dua minggu lahir, wajah dan tubuh Akbar mulai berubah menguning dan akhirnya menghijau.

Sofyan dan Euis lalu memboyong kembali buah hatinya itu ke rumah sakit tersebut. Setelah dirawat beberapa hari di RS Muhammadyah, oleh seorang dokter Akbar divonis menderita penyumbatan saluran empedu. Pihak RS Muhammadyah lalu merujuk Akbar untuk dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Sofyan dan Euis lalu membawa Akbar ke RSHS. Setelah diperiksa di sini, Akbar diharuskan menjalani CT scan dan operasi. Di sinilah masalah muncul karena pasangan suami-istri ini tak memiliki biaya untuk membayar semua pengobatan anaknya, termasuk untuk operasi. Surat keterangan miskin yang dibawanya tak dihiraukan pihak rumah sakit.

"Karena nggak punya biaya, akhirnya Akbar kami bawa pulang. Dan sampai sekarang nggak pernah diobati lagi," kata Euis saat ditemui di kamar kontrakannya di RT 02/13, Kampung Cibiuk, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Karena tak diobati pula, kondisi Akbar makin memburuk. Berat badannya tak bertambah, sama seperti ketika dia lahir, hanya 3 kg. Selain mata, wajah, dan tubuhnya menghijau, rambutnya pun rontok dan perutnya kembung.

Tangan dan kakinya terlihat kecil, hanya tulang terbungkus kulit. Untuk asupan makanan, Akbar hanya mengandalkan air susu ibunya yang mulai mengering. Karena metabolisme tubuhnya tak berjalan dengan baik, air kencingnya pun menghitam dan kotorannya berwarna putih.

Sehari-hari, pasangan Sofyan dan Euis tinggal bersama tiga anaknya di dua kamar kontrakan yang masing-masing berukuran 2 x 2 meter. Kamar kontrakan itu milik Mak Uni, penduduk setempat. Anak pertama mereka, Iqbal Ramadan (11), kini kelas IV SD, sedangkan anak kedua, Albar (6), belum sekolah.

Ekonomi menjadi persoalan pelik yang dihadapi keluarga ini. Sehari-hari, Sofyan bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan di Bandung, sedangkan Euis tak bekerja. Apalagi setelah Akbar lahir, Euis praktis hanya tinggal di rumah mengurusi ketiga anaknya.

Meski dirundung cobaan yang berat, Euis tetap berharap anaknya bisa disembuhkan. Setiap malam, kata Euis, ia selalu berdoa ada orang atau siapa saja yang bisa menolong untuk mengobati anak ketiganya itu.

"Katanya sih biaya operasinya sampai Rp 18 juta. Saya bingung duit dari mana sebanyak itu. Yang kemarin saja masih ngutang waktu berobat ke RS Muhammadyah," kata Euis, yang mengaku belum terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan warga miskin (Jamkesmas).

0 komentar:

Poskan Komentar

mangacan update