RSS Feed

Kamis, 07 April 2011

Fisikawan Temukan Partikel Tuhan !


Illinois - Fisikawan dari Laboratorium Akselerator Nasional Fermi (Fermilab) melaporkan penemuan ekses pada sebuah eksperimen yang diduga sebagai partikel elementer baru dalam dunia fisika. Sebagian pihak menilai partikel elementer tersebut adalah mata rantai yang hilang atau dikenal sebagai partikel tuhan.

Teoretikawan Fermilab, Christoper Hill, kebingungan menyikapi penemuan ini. "Tak ada yang mengetahui ini benda apa," kata Hill. Menurut dia, temuan ini menjadi yang paling signifikan dalam setengah abad terakhir jika ekses terjadi lagi pada eksperimen berikutnya.

Beberapa ilmuwan menilai ekses ini sebagai bukti kehadiran partikel tuhan. Partikel yang biasa dikenal sebagai Higgs Boson ini telah lama dicari fisikawan sebagai kunci terakhir teori partikel karena bisa menjelaskan kehadiran massa pada benda.

Teoretikawan Fermilab lainnya, Dan Hooper, sedikit meragukan kemunculan partikel tuhan pada eksperimen ini. Menurut dia, ekses yang ditemukan terlalu berat sehingga tak sesuai dengan prediksi fisikawan. Selain itu, partikel tuhan seharusnya tak berinteraksi banyak dengan partikel lainnya.

Hooper menilai penjelasan bagi ekses pada eksperimen ini tak memerlukan partikel elementer baru. Menurut dia, ekses muncul karena ada hal yang belum dimengerti fisikawan.

Eksperimen yang dilakukan di Fermilab berupa menabrakkan proton dan antiproton pada tingkat energi mencapai 1 triliun elektronvolt. Setelah tabrakan terjadi, partikel akan terpecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil atau biasa disebut partikel elementer yang terdiri atas kuark, lepton, dan gauge boson. Partikel elementer inilah yang menyusun inti atom dan elektron pada atom.

Ketika fisikawan memperhatikan hasil tabrakan pada rentang energi 120-160 miliar elektronvolt, terdapat kejadian yang tak pernah diprediksikan sebelumnya atau disebut ekses. Atas dasar inilah fisikawan memperkirakan munculnya partikel tuhan pada eksperimen ini.

Penjelasan atas ekses pada eksperimen ini belum final. Fisikawan masih menunggu hasil percobaan lain menggunakan mesin Tevatron. 
TEMPO Interaktif

0 komentar:

Poskan Komentar

mangacan update